Pemasangan Tubing (Pendahuluan)

By | 20 September 2010
Secanggih apapun sistem kendali (control system), itu hanya berkutat di bagian control setelah menerima menerima sinyal dari transmitter.  Dalam hal pressure, controller tidak bisa “melihat” kondisi pressure pada proses tanpa bantuan pressure transmitter, dan transmitter tidak bisa merasakan pressure tanpa adanya penghubung antara proses dengan sensing port dari transmitter tersebut. Penghubung dimaksud, kebanyakan menggunakan stainless steel tubing. Mengapa tidak menggunakan pipa saja langsung? Stainless steel tubing dipilih karena kemudahannya untuk di instal, maintenance yang mudah, daya tahan yang bagus dan lain-lain.

Pembacaan pressure bisa saja salah jika tubing sebagai penghubung antara process dengan transmitter mengalami kebocoran. Tidak hanya itu saja, jika process medium-nya berupa flamable material, seperti minyak, gas dan lain-lain, maka akan muncul isu safety yang tidak bisa lagi ditolerir.

Untuk menghasilkan kualitas sambungan tubing yang handal, baik secara safety, fungsi, accessibility,  maintainability, estetika dan lifetime maka perlu memperhatikan faktor-faktor yang bisa menunjangnya.

Dalam tulisan kali ini, TeknisiInstrument akan membahas secara pendahuluan saja, insya Allah ke depannya akan ditulis faktor-faktor atau hal-hal terkait.

Salah satu keunggulan tubing dibandingkan dengan pipa adalah, fleksibelitasnya yang sangat bagus, untuk membuat sambungan berbelok, tubing tidak memerlukan elbow atau additional fitting, cukup ditekuk dengan menggunakan bender.

Ukuran dan Kondisi

  • Hand tube bender biasanya dipakai pada tubing ukuran ¼, 3/8, ½ (6,8,10,12mm)
  • Ukuran ¾ biasanya sudah menggunakan ratchet type, karena memerlukan tenaga yang relatif besar.
  • Ukuran 1” ke atas, biasanya menggunakan hydraulic bender atau electric bender.
  • Tubing harus dalam keadaan tanpa cacat/gores.

Berikut ini adalah gambar contoh tubing bender (jika ada merk yang tertulis, semua merk merupakan merk terdaftar dan merupakan hak cipta dari pemegangnya, dan hanya ditampilkan untuk keperluan edukasi/wawasan belaka).

Pemilihan tubing yang sesuai berpadu dengan fitting yang berkualitas, dan dikerjakan sesuai perosedur, akan menghasilkan sambungan tubing yang tahan kebocoran.

Itu saja dulu sebagai pendahuluan, ke depannya insya Allah akan dibahas mengenai:

  • Safety dalam instalasi tubing
  • Pengukuran tubing
  • Cara menggunakan bender (tangan)
  • Troubleshooting sambungan tubing
  • Hal-hal yang salah dalam instalasi tubing
  • dan lain-lainnya.

——-

Topik Lainnya:

>>> Pemasangan Tubing: Safety

>>> Pemasangan Tubing: Pengukuran

>>> Pemasangan Tubing: Cara Menggunakan Bender

>>> Pemasangan Tubing: Troubleshooting

>>> Pemasangan Tubing: Routing, Benar atau Salah Plus Latihan

3 thoughts on “Pemasangan Tubing (Pendahuluan)

  1. Pingback: Pemasangan Tubing (Cara menggunakan bander) « Teknisi Instrument

  2. Pingback: Pemasangan tubing (Troubleshooting) « Teknisi Instrument

  3. Pingback: Pemasangan Tubing (Routing: Benar atau Salah) « Teknisi Instrument

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*