Cara Melakukan Loop Check Atau Loop Test

By | 19 April 2017

Pada artikel sebelumnya telah dibahas mengenai apa itu loop check atau loop test, pada artikel kali ini akan dibahas bagaimana cara melakukan loop test atau loop check pada sebuah transmitter secara umum.

Gambar berikut memperlihatkan sebuah loop dari transmitter secara umum.

loop sebuah transmitter

Keterangan pada gambar menjelaskan fungsi masing-masing dari bagian setiap gambar tersebut. Karena pada artikel ini kita tidak sedang membahas pengertian sebuah loop, maka bagian-bagian pada gambar tersebut tidak dijelaskan secara mendalam pada artikel ini. Seperti pada judul, artikel ini akan membahas cara melakukan loop test atau loop check secara umum.

Apa tujuan loop check atau loop test dan mengapa harus ada loop check atau loop test, bisa dibaca pada artikel sebelumnya.

Cara Melakukan Loop Check atau Loop Test

Kebanyakan transmitter saat ini sudah dilengkapi dengan fitur HART, sehingga memudahkan para teknisi instrument dalam melakukan perawatan atau maintenance. Mengenai bagaimana cara melakukan loop check atau loop test secara mendalam atau detail, bisa dilihat di manual book masing-masing transmitter. Karena mungkin langkah-langkah detailnya akan sedikit berbeda. Namun pada dasarnya memiliki kesamaan dalam langkah-langkah secara umum.

Sebelum melakukan loop check, yakinkan control system atau sistem kendali yang berhubungan dengan transmitter yang akan di-loop check atau loop test sudah diubah ke mode manual, atau jika berhubungan dengan sistem alarm atau shutdown, yakinkan sudah di-bypass/inhib/force/override atau istilah apapun untuk mencegah terjadinya shutdown akibat dari aktivitas loop check atau loop test yang akan dilakukan.

Sebagai contoh pada artikel ini adalah sebuah transmitter yang memiliki fitur HART, dimana loop check atau loop test bisa dilakukan melalui Field Communicator yang memiliki protokol HART, atau HART communicator. Sehingga kita memerlukan HART communicator dan sebuah miliampere meter atau multimeter yang memiliki kemampuan untuk mengukur miliampere. Miliampere meter akan digunakan sebagai acuan sinyal analog miliampere dari transmitter, sehingga miliampere meter yang digunakan disarankan yang memiliki akurasi yang bagus.

Berikut ini gambar pemasangan HART communicator dan miliampere meter pada sebuah loop.

Rangkaian loop check atau loop test

Rangkaian loop check atau loop test

Perhatikan kabel dari miliampere meter, dihubungkan ke sebuah terminal khusus yang biasanya bertuliskan “Test” atau istilah lain yang mungkin berbeda untuk setiap merk dan tipe transmitter. Jika transmitter-nya tidak memiliki terminal khusus untuk mengukur miliamere atau “test point”, maka miliampere meter bisa dipasang secara seri dengan transmitter seperti pada gambar berikut ini.

Rangkaian alternatif loop check

Rangkaian alternatif loop check

 

Atau silakan mengacu kepada manual book masing-masing transmitter yang akan di-loop check atau loop test.

Setelah HART communicator dan miliampere meter terpasang seperti pada gambar, selanjutnya lakukan koneksi dari HART communicator ke transmitter sehingga kita bisa melakukan loop check atau loop test.

Secara umum, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Pasang miliampere meter untuk mengukur sinyal analog yang keluar dari transmitter.
  2. Pasang HART communicator, lakukan koneksi.
  3. Masuk ke menu maintenance, kemudian pilih loop lest (langkah-langkah untuk masuk ke menu loop check atau loop test mungkin berbeda untuk setiap merk dan jenis transmitter, silakan mengacu kepada manual book masing-masing transmitter.)
  4. Mungkin ada peringatan untuk melakukan perpindahan ke manual pada loop control-nya. Pilih saja OK.
  5. Tergantung dari merk dan tipe transmitter, umumnya ada tiga pilihan point untuk loop check atau loop test, yaitu 4mA, 20mA atau “other” untuk melakukan loop test pada nilai yang dikehendaki.
  6. Saat dipilih 4mA pada HART communicator, maka sinyal yang terbaca oleh miliampere meter harus 4mA.
  7. Saat dipilih 20mA pada HART communicator, maka sinyal yang terbaca oleh miliampere meter harys 20mA.
  8. Jika nilai miliampere pada miliampere meter tidak sesuai dengan nilai yang diperintahkan pada HART communicator, maka kita harus melakukan output trim, atau istilah lain tergantung dari merk dan tipe transmitter-nya. Output trim dilakukan untuk mengembalikan  kalibrasi dari analog output-nya sesuai dengan yang seharusnya.
  9. Setelah loop check atau loop test dilakukan, kembalikan mode loop control menjadi auto lagi, atau sesuai keperluan. Seta jika dilakukan bypass/inhib/force/override jangan lupa untuk melepasnya.

Selain dengan metode HART communicator seperti telah diulas di atas, loop check atau loop test juga mungkin dilakukan dengan cara lain, tergantung dari merk dan tipe transmitter-nya. Silakan mengacu kepada buku manual masing-masing transmitter.

3 thoughts on “Cara Melakukan Loop Check Atau Loop Test

  1. Pingback: Loop Check/Loop Test, Apakah Itu dan Mengapa Harus Dilakukan? - TeknisiInstrument

  2. Roni

    Salam.
    Pak saya mempunyai masalah dgn presure transmiter, mohon bantuan.
    Saya sudah mencoba looptest, 4ma sampai 20ma, tetapi pada saat saya melakukan looptest dgn hart calibrasi, saya ukur dgn multitester jadi 21ma,
    Kenapa begitu pak

    Reply
    1. teknisiinstrument Post author

      Apakah sudah coba dilakukan analog output (DA) trim dan sensor trim?
      Coba juga kalibrasi dulu Transmitternya.

      Salam,
      TeknisiInstrument

      Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*