Pengertian Rage dan Span dalam dunia instrumentasi

By | 16 Januari 2013

Setelah sekian lama tidak menulis, TeknisiInstrument mendapat bahan diskusi sederhana namun mendasar, akhirnya dijadikan posting kali ini, yakni mengenai pengertian range dan span dalam dunia instrumentasi.

Berikut adalah cuplikan diskusi https://www.teknisiinstrument.com/qa/tanya%E2%99%A5jawab-2/#comment-805

 Bahan Diskusi:

“ass bg,
range sama span itu di control process apaan artinya ya ?”

range_span_q

Diskusi:

Wa ‘alaikum salam wrwb.

Bang Ryan Pratama, terima kasih sudah mampir di blog ini.
Range merupakan rentang ukur dari nilai terrendah (lower range value = LRV) dari parameter yang akan diukur sampai dengan nilai tertinggi (upper range value = URV) dari parameter yang akan diukur. LRV merupakan nilai dimana sebuah instrument harus mengeluarkan/menerima nilai 0% pengukuran (misalnya 4mA), dan URV merupakan nilai dimana sebuah instrument harus mengeluarkan/menerima nilai 100% pengukuran (misalnya 20mA).
Sedangkan span merupakan selisih diantara URV dan LRV.

Misal:
►Range= 0 sampai 150 PSI (LRV=0PSI; URV=150PSI) ; Span=150-0=150 PSI
►Range= 50-300 degC (LRV=50 degC; URV=300 degC); Span=300-50=250 degC

Namun ada beberapa vendor/manufacturer instrument yang menyebutkan hal spesifik mengenai range, misalnya untuk sebuah transmitter, disebutkan max sensor module range = 0-800 PSIG, kadang-kadang disebut sensor limit =800 PSIG. Dan untuk ketahanan sensor dari pressure, disebut MAWP (maximum allowable working pressure), misalnya MAWP=3000PSIG.
Dari contoh ini bisa disimpulkan bahwa transmitter tersebut:
– Tahan diberi tekanan sampai 3000PSIG.
– Hanya bisa mengukur tekanan sampai 800PSIG.
– Memiliki range maximum (dan bisa dikalibrasi) antara 0 sampai 800 PSIG.
– Span maximumnya adalah 800 PSIG.
– Bisa dikalibrasi 0-100; 0-200; 0-300; 0-325, 0-750, 0-800 asal jangan melebihi 0-800.

Untuk lebih jelasnya mengenai penggunaan istilah, bisa mengacu pada buku manual masing-masing instrument.

Semoga membantu, dan mohon maaf jika ada kekeliruan.

Salam,
TeknisiInstrument

range_span_a

 

 

Disclaimer: Tulisan di atas mungkin bukan definisi resmi atau yang sebenarnya menurut standard organisasi profesional, tulisan di atas hanya pendapat pribadi TeknisiInstrument, jadi kesalahan sangat mungkin terjadi.

6 thoughts on “Pengertian Rage dan Span dalam dunia instrumentasi

  1. yogie ramdhani

    kang teknisi saya bade tumaros apa saja persyaratan dalam pemilihan jenis atau tipe flowmeter misal: magnetic, turbin, dp, ultrasonic, coriolis, vortex flowmeter dll?

    Reply
  2. Hadi Hidayat

    Assalamualaikum…

    Kang mohon pencerahan, bagaimana cara menentukan range transmitter untuk level yang mempunyai dua cairan contohnya dalam tangki tertutup ada air dan solven yang mana level air di jaga jangan sampai drop sehingga solven ke buang.

    trims,

    hadi

    Reply
    1. TeknisiInstrument Post author

      Wa ‘alaikum salam wrwb.
      Kang Hadi Hidayat,
      Sebelumnya, saya asumsikan dalam sebuah bejana/tangki, terdapat dua jenis cairan yang memiliki perbedaan masa jenis, air dan solvent.
      Dalam kasus ini, saya asumsikan, misalnya air memiliki SG (specific gravity) yang lebih tinggi (berat) dibanding solvent, sehingga air berada di bawah dan solvent berada di atas (mohon disesuaikan jika asumsi saya salah).
      Untuk mengukur level air, pada kasus ini berada di bawah solvent, bisa menggunakan interface level transmitter, bisa menggunakan yang model guided wave radar, displacer/floater, atau jenis lainnya. Dengan menggunakan floater dan dipadukan dengan magnetostrictive level transmitter, biasanya kedua level bawah (air) dan atas (solvent) dua-duanya bisa diukur, ada salah satu merk yang satu transmitter dengan dua floater bisa membaca kedua level tersebut.
      Menurut saya, agak sulit mengukur interface level dengan differential pressure transmitter, karena DP transmitter tidak mengenal perbedaan SG,
      Sekedar baca-baca, silakan di-google dengan keyword “interface level transmitter”, atau klik link ini: https://www.google.com/search?q=interface+level+transmitter&ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a

      Mohon maaf jika kuarang pas.

      Salam,
      TeknisiInstrument

      Reply
  3. doris

    ass..met malam…mau tanya kang…apa pengertian profibus pada istrument.

    Reply
    1. TeknisiInstrument Post author

      Wa ‘alaikum salam wrwb.
      Met malam Mas/Mbak Doris. Terus terang, secara praktik, saya belum pernah menggunakan teknologi profibus. Tapi secara definisi, profibus merupakan protokol komunikasi untuk menghubungkan peralatan-peralatan instrument yang berada di lapangan (field devices) seperti transmitter, control valve, dll, dengan device kendali yang berada di control room (control equipment room). Atau dengan kata lain, merupakan protokol komunikasi untuk menghubungkan/mengkomunikasikan plant control module (field devices) dengan automation module. Profibus menggunakan kabel single pair sehingga tidak diperlukan sepasang kabel untuk setiap field device, tetapi dengan cara meng-link-kan setiap device dengan kabel single pair, dengan memberikan alamat untuk setiap device.

      Mohon maaf kalau kurang tepat.

      Salam,
      TeknisiInstrument

      Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*