Mengukur Level dengan Pressure

By | 3 Agustus 2009

Level = Tinggi permukaan zat cair/padat
Pressure = Tekanan

Level merupakan parameter yang ada pada hampir setiap proses industri, ada banyak cara mengukur level, yang paling sederhana adalah dengan menggunakan sight glass. Dengan menggunakan sight glass, ketinggian dari liquid di dalam sebuah bejana/vesel akan secara fisik terlihat, sehingga dengan membuat skala pada sight glass, kita dapat langsung menentukan berapa persenkah tinggi permukaan cairan tersebut dari tinggi vessel/tangki/bejana.

Bejana berhubungan

Bejana berhubungan

Pada gambar, sebuah tangki dihubungkan dengan sebuah selang transparan dengan memakai skala 0-100% dari total tinggi tangki. Prinsip pengukuran level ini memanfaatkan sifat dari zat cair yang akan mengisi semua ruang yang dia lewati pada bejana berhubungan. Ketinggian zat cair di dalam tangkin akan sama dengan ketinggian zat cair yang berada pada selang transparan yang berfungsi sebagai sight glass. Kita dapat langsung mengetahui ketinggian (level) zat cair yang berada di dalam tangki dengan melihat ketinggian zat cair yang berada pada selang transparan (sight glass) tersebut. Namun informasi ini hanya dapat disajikan langsung di lapangan, atau langsung melihatnya dimana selang transparan tersebut terpasang. Metode pengukuran level ini tergolong murah.

Tekanan Hidrosatik
Setiap zat cair yang menempati sebuah bejana/vessel/tangki, akan memiliki tekanan hidrostatik yang besarnya sebanding dengan level zat cair tersebut, dengan asusmsi masa jenis (sg=specific gravity)-nya tetap.

Tekanan hidrostatik

Tekanan hidrostatik

Gambar di atas adalah sebuah tangki terbuka (permukaannya terhubung ke atmosfer), dimana disitu akan bekerja tekanan P1 sebesar tekanan atmosfer, yang kemudian akan kita abaikan karena kita akan mengukur tekanan “gauge”.
Asumsikan zat cairnya adalah air, dengan masa jenis ρ = 1000 kg/m³. Dengan ketinggian permukaan dari dasar tangki tempat pengukuran tekanan adalah 10 meter. Maka tekanan P2 yang bekerja pada pressure gauge adalah:

ρ = masa jenis air = 1000 kg/m³
g = gaya gravitasi bumi = 9,8 m/s²
h = ketinggian air dasar tanki = 10 m

P2 = ρ × g × h
P2= 1000 kg/m³ × 9,8 m/s² × 10 m
P2 = 98000 kg/m³ × m/s² × m
P2 = 98000 kgmm/m³s²
P2 = 98000 kgm/s²m²
P2 = 98000 Nm² –> Dikoreksi menjadi “N/m²”, terima kasih kepada Pak Rival Alexander atas koreksinya
P2 = 98000 Pascal
P2 = 98 kilopascal = 14.2136983 PSI = 0.9993218887 kg/cm²

1 kilopascal = 0.1450377377 PSI (pound per square inch)
1 kilopascal = 0.01019716213 kg/cm²

Perhatikan table berikut ini:

Tabel hasil perhitungan

Tabel hasil perhitungan

Grafik hubungan level dengan pressure

Grafik hubungan level dengan pressure

Dari tabel dan dari grafik, kita bisa melihat bahwa level (h) berbanding lurus dengan pressure (P), sehingga dengan mengukur pressure pada titik dasar tangki, kita dapat mengetahui level dari air di dalam tangki. Misalnya hasil pengukura presure pada dasar tangki, kita mendapat 4,2641 PSI, maka dengan membalikkan perhitungan di atas, kita akan mendapatkan level sebesar 3 meter.

Bagaimana menyajikan level di DCS, PLC atau Controller?
Pressure gauge yang terpasang di dasar tanki tadi, bisa diganti dengan menggunakan sebuah pressure transmitter yang dikalibrasi dengan rentang ukur (range) input 0 sampai 14,2137 PSI, biar gampang (tidak direkomendasikan pada praktek di lapaangan), kita bulatkan menjadi 14PSI, dan output, misalnya, 4-20 mA (mili ampere).

representasi parameter (sinyal)

representasi parameter (sinyal)

Sinyal 4-20 mA yang merepresentasikan sinyal input dari pressure transmitter—dalam contoh ini transmitter dikalibrasi 0-14 PSI untuk output 4-20mA, diteruskan ke receiver yang bisa berupa DCS, PLC ataupun controller, yang terhubung dengan station yang berfungsi sebagai MMI (Man-Machine Interface) atau HMI (Human-Machine Interfacer), pada DCS, PLC ataupun controller, sinyal 4-20mA tersebut di-scalling lagi menjadi bentuk engineering unit (meter) sehingga dengan variasi 0-10 meter level pada tanki, bisa ditampilkan 0-10 meter (engineering unit) pada HMI/MMI.

Sehingga representasi sinyal secara keseluruhan menjadi:

  1. 0-10 meter level dalam tangki
  2. 0-14 PSI tekanan hidrostatik pada input trasmitter
  3. 4-20mA sinyal transmisi pada input DCS, PLC, controller
  4. di DCS, PLC, controller di-scalling menjadi engineering unit kembali (0-10 meter), dengan tidak memperhatikan proses analog to digital conversion
  5. Tampilan pada MMI/HMI dalam bentuk Engineering Unit (meter)

——————————————-

Disclaimer: Tulisan ini hanya bertujuan untuk sharing. Mohon maaf dan koreksi jika terdapat kesalahan.

65 thoughts on “Mengukur Level dengan Pressure

  1. Pingback: Menentukan Range Differential Pressure Transmitter Untuk Mengukur Level « Teknisi Instrument

  2. Pingback: Dry Leg dan Wet Leg pada Level Transmitter « Teknisi Instrument

  3. Anam

    apresiasi buat penulis teknisi instrument yang mau berbagi ilmu,sharing ilmunya. bnr2 bermanfaat bagi para teknisi instrument junior yg notabene masih blm phm byk hal mengenai instrumentasi.
    dilanjut ya Pak sharing2nya,insyaALLAH bisa menjadi amalan yg tak terputus. Aamiin.

    Reply
  4. TeknisiInstrument Post author

    Terima kasih buat apresiasinya. Semoga saja bermanfaat. Aamiin.. Makasih doanya.

    btw, iki Cak Anam koncoku?

    Salam,
    TeknisiInstrument

    Reply
  5. arif vadhana

    terimakasih buat writer. yang bpk smpaikan sngat berguna buat saya. kalau ada info/ilmu baru tentang instrumensasi, saya harap bpk tdk segan2 untuk men-sharenya kmbali.

    bravo..

    Reply
    1. TeknisiInstrument Post author

      Pak Arif,
      Kembali kasih Pak. Alhamdulillah kalau memang berguna. Insya Allah, kita usahakan untuk sering update. Doakan saja semoga saya diberi kesempatan untuk bisa menulis.

      Salam,
      TeknisiInstrument

      Reply
    1. TeknisiInstrument Post author

      Salam kenal Mas Haekal,

      Syukur kalo memang bermanfaat. Silakan, diijinkan.
      Terima kasih udah mampir di blog ini.

      Salam,
      TeknisiInstrument

      Reply
  6. toni

    Assalamu’alaikum..

    Terimakasih ilmunya mas..

    Mudah2an sampean sehat selalu sehingga tetep bisa berbagi sama kita2 yang masih awwam di dunia instrument.

    salam kenal
    wathoni

    Reply
    1. TeknisiInstrument Post author

      Wa alaikum salam.
      Kembali kasih.
      terima kasih juga atas doa dan dukungannya. Aamiin.

      Reply
  7. dim

    Terimakasih sharing-nya,

    Btw, dari rumus P = ρ × g × h, berarti luas penampang tangki tidak berpengaruh pd tekanan.

    Reply
    1. TeknisiInstrument Post author

      Pak Dim,
      Berdasarkan pada rumus tekanan hidrostatik, luas penampang tidak berpengaruh.

      Salam,
      TeknisiInstrument

      Reply
    1. TeknisiInstrument Post author

      Dear Pak Lukmanal78,

      Asumsi saya dari pertanyaan di atas, jika level 0-10m dan menghasilkan tekanan hidrostatik 0-21psi, berarti liquid dalam tangki lebih berat dari contoh di atas. Maka benar, transmtiter harus dikalibrasi ulang untuk 0-21psi (0-100%) input dan 4-20mA (0-100%) output.

      Salam,
      TeknisiInstrument

      Reply
  8. ghilman

    assalamualaikum kang,

    sangat bermanfaat sekali untuk para fresh graduate. dengan penyampaian materi yang mudah untuk dipahami. applause bwt penulis teknisiinstrument ini. lanjut terus sharing informasinya ya kang. semoga tetap diberi kesehatan dan kesempatan untuk tetap sharing ilmu 😀

    *eh akang te alumni pembangunan gening.
    salam kenal kang sy ghilman KP34 (instrument angkatan 34)

    hatur nuhun

    Reply
    1. TeknisiInstrument Post author

      Wa alaikum salam wrwb.
      Kang Ghilmana kasih dukungan dan doanya, aamiin, semoga kita diberikan kesehatan.
      Salam kenal kembali. saya angkatan 21

      salam,
      TeknisiInstrument

      Reply
  9. juminda maisyitah

    bagus sekali writer nya,,
    semoga terus di update ya pak
    kalau bisa tlg lgsg share ke email saya duunk pak
    jumindam@yahoo.com
    terima kasih 🙂

    Reply
    1. TeknisiInstrument Post author

      Terima kasih.
      Semoga saya bisa update secara rutin. Terima kasih atas dukungannya.
      Sebenarnya ada fasilitas untuk itu, setiap ada posting baru bisa dapat langganan kiriman secara otomatis, silakan buka main page (https://www.teknisiinstrument.com/) kemudian cari “Pendaftaran Email” pada side bar sebelah kanan, dan masukkan email Anda di situ. Insya Allah setiap ada update akan terkirim.

      Terima kasih, Salam,
      TeknisiInstrument

      Reply
  10. Ayat

    Aslm,
    Salam kenal kang,

    Terima kasih sharing ilmu disemua postingnya.
    Jadi tambah tahu & ngerti instrumentasi

    Ijin copy dan ngunakan ilmu na ya.
    Semoga makin sukses dan jadi amal baik dunia & akhirat

    Wassalam,

    Reply
    1. TeknisiInstrument Post author

      Wa ‘alaikum salam wrwb.
      Kang Ayat, salam kenal kembali.
      Silakan di-copy, semuanya ilmu Allah untuk semua umat 🙂

      Aamiin… terima kasih atas doanya.

      Salam,
      TeknisiInstrument

      Reply
  11. a. kholiq

    assalamu’alaikum Wr. Wb.
    terima kasih banyak gan atas sharing ilmunya, bisa donk di kirim via emai to akp072@gmail.com
    thank’s for writer, semoga diberi kesehatan yg fit selalu sehingga bisa update terus tulisan tentang instrumentnya gan

    Wassalam

    Reply
    1. TeknisiInstrument Post author

      Mas A. Kholiq,
      Sama-sama, terima kasih juga sudah berkunjung dan menjadi teman diskusi.
      Untuk langganan artikel, bisa mengisi email pada kolom yang tersedia, jika ada artikel baru, insya Allah akan terkirim.

      Aamiin, terima kasih doanya.

      Salam,
      TeknisiInstrument

      Reply
  12. arifin

    Assalamu’alaikum mas. makasih mas atas sharing ilmunya. Tapi sy ada mo nanya sikit ni mas,masih ttg water level. Klu seandainya kita gunakan sistem dry contac/electroda. Bisa gak pengoperasianya melalui plc? Mohon penjelasanya mas, terima kasih.

    Reply
    1. TeknisiInstrument Post author

      Wa ‘alaikum salam wrwb.
      Kembali kasih Pak Arifin.
      Maaf, sebelumnya saya mau meyakinkan, maksudnya yang dry contact atau electrode itu, transmitter-nya? Atau level switch?

      Kalau saya tidak salah tangkap, Pak Arifin menggunakan level switch dengan switch dry contact dan sensornya adalah electrode, digital/discrete input dari PLC bisa menerima input dari dry contact, dan umumnya memang menggunakan dry contact, karena power supply-nya berasal dari PLC itu sendiri.

      Salam,
      TeknisiInstrument

      Reply
  13. Aan

    Ass…

    apakah luas penampang outputnya gak pengaruh terhadap tekanan…….

    Reply
    1. TeknisiInstrument Post author

      Pak Aan,
      menurut referensi yang pernah dibaca, pada tekanan hidrostatik, luas penampang tidak berpengaruh [P=(masa jenis liquid)*(gaya gravitasi)*(ketinggian liquid)]. Tapi kalau sudah bicara mengenai force (gaya) maka erat kaitannya dengan luas penampang (A) [F=P*A).

      Ada beberapa referensi:
      http://faculty.wwu.edu/vawter/PhysicsNet/Topics/Pressure/HydroStatic.html
      http://tutorial.math.lamar.edu/Classes/CalcII/HydrostaticPressure.aspx
      http://en.wikipedia.org/wiki/Fluid_statics
      http://en.wikipedia.org/wiki/Pressure

      Salam,
      TeknisiInstrument

      Reply
  14. Aan

    assalamu’alaikum Wr. Wb.
    terima kasih banyak gan atas referensinya
    segara tak pelajari lagi….ingat-ingat masa lalu nich…
    suwun
    Wassalam

    Reply
  15. gugun

    assalamu’alaikum wr,wb
    salam kenal kang… ijin copy & ilmuna kang

    wassalam

    Reply
  16. Aan

    Assalamu’alaikum mas….mau tanya lagi mas…
    misalkan saya mau buat (emergency water) tandon air yang tekanan outputnya 3 bar…berarti tingginya kurang lebih 30m kalau di lihat dari rumus P = ρ × g × h.
    Kalau misalkan tingginya saya buat 15 m..kira2 bisa pa tidak ya….untuk mendapatkan tekanan otuput 3 bar…mohon pencerahannya…
    terima kasih.
    Wassalam

    Reply
    1. TeknisiInstrument Post author

      Wa ‘alaikum salam wrwb.
      Pak Aan, bisa saja dengan menggunakan external air pressure, misalnya dengan compressor, dengan catatan tangkinya harus tertutup. Saya pernah melihat aplikasi seperti itu. Bahkan hanya dengan tangki yang kurang dari 10m. Dengan kata lain, tangki airnya ditekan oleh tekanan luar dari kompresor udara.

      Salam,
      TeknisiInstrument

      Reply
  17. Aan

    assalamualaikum mas….
    terima kasih atas pencerahannya. Sebelumnya saya minta maaf kalau yang saya tanyakan kemarin kurang spesifik…
    Iya mas saya lupa…Tandon yang rencana saya buat ini untuk emergency water di tempat saya bekerja.yang di butuhkan output pressure 3bar selama 10 menit dengan debit 75m3/jam.
    mohon pencerahannya mas…terima kasih

    Wassalam

    Reply
    1. TeknisiInstrument Post author

      Pak Aan,
      Menurut saya lebih practicable menggunakan tangki bertekanan, tidak memerlukan tangki yang terlalu tinggi, hanya saja memerlukan tekanan udara dari luar (misalnya kompresor). Karena hukum hidrosatatik tidak bisa diganggu gugat, untuk mendapatkan tekanan 3 bar, ya perlu sekitar 30 meter ketinggian air.

      Salam,
      TeknisiInstrument

      Reply
  18. Aan

    assalamualaikum mas….
    terima kasih banyak atas pencerahannya mas…
    Semoga makin sukses dan jadi amal baik dunia & akhirat…amiiiin

    Wassalam

    Reply
  19. Havizul

    Terima kasih atas sharing nya.
    Btw di Jakarta / Pulau Jawa / Indonesia, toko yang menjual Sensor Pressure Transmitter dimana ya ?
    Saya mau mencoba membuat Alat Water Level Monitoring untuk aplikasi Air Di Kanal & Di Sungai.

    Reply
      1. wahyudi

        assalamualaikum pak..
        senang skali sy bs belajar dr bpk . basic sy adl instrumentasi tapi sy bkn praktisi sperti bpk. sy marketing di perusahaan dg produk slh satunya adl produk instrumentasi .tpat nya field instrument untuk level , pressure , temperature , flow..

        sekali lgi slm knal pak…

        mkn bagi rekan2 yg mmbutuhkan produk level pressure temperature flow baik indicator . switch dan transmitter bs sy bantu..

        bisa ke http://www.arita.co.id

        terimakasih pak..

        Reply
        1. havizul

          Mas Wahyudi berapa harga Pressure Transmitter / Pressure Tranducer yang biasa digunakan untuk mengukur ketinggian level air di kanal/sungai/sumur ?

          Thanks

          Reply
        2. havizul

          Mas Wahyudi,

          Berikut email saya :
          havizul[at]gmail.com

          Reply
      2. havizulHavizul

        Assalamu’alaikum,

        Mas mau tanya lagi.
        Saya memiliki Pressure Transmitter dengan Spesifikasi sebagai berikut :

        Working Voltage:5.0 VDC
        Output Voltage:0.5-4.5 VDC
        Sensor material:Carbon steel alloy
        Working Current:<=10 mA
        Working Pressure Range:0-1.2 MPa
        The Biggest Pressure:2.4 MPa
        Destroy Pressure:3.0 MPa
        Working TEMP. Range:0-85 Celsius Degree
        Storage Temperature Range:0-100 Celsius Degree
        Measuring Error:± 1.5 %FSO
        Temperature Range Error:± 3.5 %FSO
        Response Time:<=2.0 ms
        Cycle Life:500,000 pcs

        Apakah dengan spesifikasi diatas saya bisa menggunakan pressure transmitter tersebut untuk mengukur fluktuasi level air sungai dengan range pengukuran 0cm – 400cm dengan akurasi 0,5cm ?

        Berdasarkan perhitungan saya, Range Pengukuran 0cm – 400cm dengan akurasi 0,5cm, maka akan memiliki resolusi sebesar 800 (400cm/0,5cm). Sehingga Output Voltage 0,5-4,5Vdc dari pressure transmitter harus bisa menampilkan output signal per 5mV untuk 0,5cm. Didapat dari Range Output Voltage = 4,5V-0,5V = 4Vdc. Untuk resolusi 800, maka sensor harus memiliki sensitifitas 4Vdc/800 = 0,005V = 5mVdc.

        Apakah dengan spesifikasi pressure transmitter seperti diatas, sensor pressure transmitter tersebut bisa merepresentasikan jarak 0-400cm (0-5,6855 Psi) untuk 0,5Vdc – 4,5Vdc ?
        Dan apakah dengan spesifikasi diatas, Sensor Pressure Transmitter bisa menampilkan tegangan per 5mV (resolusi = 800) ?
        Dan apakah parameter Measuring Error:± 1.5 %FSO dari spesifikasi diatas adalah menunjukkan tingkat akurasi pengukurannya ? Kalau ya, lantas berapa cm kah akurasi pengukurannya untuk range 0cm-400cm ? Dan berapakah resolusi pengukuran yang mampu ditampilkan oleh Pressure Transmitter tersebut ?

        Mohon Bantuannya. Saya yakin mas memiliki pengetahuan dan pengalaman yang cukup memadai untuk kasus ini.

        Terima kasih mas.

        Reply
        1. TeknisiInstrument Post author

          Wa ‘alaikum salam wr. wb.
          Mas/Mbak havizulHa,
          Salam kenal.

          Kita coba lihat Working Pressure Range-nya, yaitu 0-1,2mPa, ini sama dengan 0-12236.6 cmH2O, sedangkan Mas/Mbak havizulHa akan mengukur tekanan hidrostatik air sungai dengan ketinggian maksimum 400cm. Air dengan ketinggian 400cm akan menghasilkan tekanan hidrostatis sebesar 400cmH2O (atau 0.0392266 mPa), atau sekitar 3,27% dari range aslinya. Menurut saya, transmitter yang disebutkan di atas, memiliki range (working pressure range) terlalu besar untuk mengukur tekanan hidrostatik 0-400cmH2O (atau 0.0392266 mPa).
          Coba saja kalibrasi transmitter tersebut untuk range 0-400cmH2O (atau 0.0392266 mPa). Biasanya, untuk transmitter yang digital (memiliki fitur HART), akan ada limit/batas untuk re-range, dan akan menolak untuk di-re-range di luar batasnya.
          Kalaupun misalanya bisa dikalibrasi menjadi 0-400cmH2O (atau 0.0392266 mPa), kemungkinan besar bacaannya akan kurang bagus (kurang akurat, kurang sensitif).

          Misalnya transmitter tidak di-re-range, tetap menggunakan range 0-1,2mPa, maka bacaan pada saat ketinggian air maksimum (400cm) adalah (((4,5-0,5)/(1,2-0))*(0.0392266 mPa)) + 0,5 = 0.630755333 volt atau sekitar 3,27% dari full scale output (%FSO). Belum lagi ada kontribusi mesauring error sebesar 1.5 %FSO, bisa jadi bacaan output menjadi 3,27-1,5 = 1.77% atau 3,27+1,5 = 4,77% (seharusnya 3,27%).
          Ditambah lagi dengan temperature range error yang menurut spesifikasi ± 3.5 %FSO. Dengan mempertimbangkan measuring error dan temperature range error, bisa saja transmitter tidak akan mengeluarkan output pada saat ketinggian air 400cm.

          Ya, Measuring Error: ± 1.5 %FSO menunjukkan akurasi dari transmitter tersebut.

          Kalau memungkinkan, bisa menggantinya dengan transmitter dengan working pressure range 0- 0.06 mPa (atau 0-60000 Pascal, atau 0-60kPa)

          Semoga membantu,
          Salam,
          TeknisiInstrument

          Reply
        2. havizul

          Mas terima kasih atas jawabannya.

          Btw, jawaban mas dibawah comment saya (havizulHa) gak bisa sy reply karena gak ada link click replynya, jadi sy reply dari comment sy sebelumnya ini.

          Saya sudah coba utk memahami apa yang mas sampaikan/jelaskan. Kesimpulannya adalah Pressure Transmitter yang saya miliki tidak cocok untuk Monitoring Water Level. Sekali lagi terima kasih atas bantuannya.

          Sekarang saya akan membeli sebuah Pressure Transmitter lagi untuk monitoring ketinggian (level) air kanal dengan kedalaman 0-200cm dan sensor harus mengirim sinyal output setiap perubahan level air per 1cm. Terus terang saya akan menggunakan merk GLT500 buatan china. Apakah Pressure Transmitter dengan spesifikasi berikut ini cocok digunakan ?

          Technical Specifications GLT500 :
          pressure range 0~0.5m…200mH2O 0~0.1bar…20bar
          pressure type Gauge
          output signal 0.5-4.5V
          power supply 5V
          compensated temperature range 10~70°C
          operating temperature range -40~125°C
          storage temperature range -40~125°C
          Temperature effect on Zero ±1.5%FS
          Temperature effect on Span ±1.5%FS
          over pressure 150%FS
          Mechanical Vibration 20g(20-5000HZ)
          Shock/Impact 100g(11ms)
          Comprehensive error ±0.5%FS
          long-term stability ±0.2%FS/year
          Insulation 100MΩ/250VDC
          protection Ip68
          weight 0.6kg(with 5m cable)
          Note : 1Bar=14.5PSI,1PSI=6.89kPa

          Saya akan meminta kepada produsennya untuk Pressure Range = 0-2m. Apakah sekarang sensor tersebut cocok untuk digunakan mengukur perubahan ketinggian air/sungai dalam range 0-200cm ?

          Mohon pencerahannya mas.

          Dan 1 lagi mas hal yang menurut saya penting.
          Saya akan membenamkan sensor ini kedalam air sedalam 200cm disaat air sungai pasang / dalam ketinggian maksimum.
          Jadi pengukuran saya adalah kedalaman 200cm dari permukaan air, bukan 200cm dari dasar air / sungai.
          Bisa saja air sungai tersebut memiliki kedalaman 400cm dari dasar ke permukaannya saat air pasang, tetapi yang saya lakukan adalah mengukur tekanan air sedalam 200cm dari dasar permukaan, jadi sensornya mengambang di tengah.
          Bagaimanakah metode pengukuran yang benar untuk hal ini ?

          Terima kasih

          Reply
        3. TeknisiInstrument Post author

          Mas/Mbak havizulHa,

          Saya sudah coba utk memahami apa yang mas sampaikan/jelaskan. Kesimpulannya adalah Pressure Transmitter yang saya miliki tidak cocok untuk Monitoring Water Level. Sekali lagi terima kasih atas bantuannya.

          –> Kesimpulannya betul 🙂 Sama-sama.

          Sekarang saya akan membeli sebuah Pressure Transmitter lagi untuk monitoring ketinggian (level) air kanal dengan kedalaman 0-200cm dan sensor harus mengirim sinyal output setiap perubahan level air per 1cm. Terus terang saya akan menggunakan merk GLT500 buatan china. Apakah Pressure Transmitter dengan spesifikasi berikut ini cocok digunakan ?

          —> Apakah transmitter yang akan digunakan seperti yang pada link berikut:
          http://f02.s.alicdn.com/kf/HLB1Fq9jHFXXXXbEXpXX.PRXFXXXo.pdf

          Jika ya, secara konstruksi cocok, karena menurut datasheet-nya, transmitter tersebut dirancang sebagai submersible transmitter alias bisa direndam dalam air.
          Namun ada baiknya dicari installation manual-nya untuk meyakinkan bagaimana cara memasangnya yang benar.

          Untuk range-nya, sebaiknya jangan terlalu mepet dengan rentang ukur aktual yang akan diukur nantinya, 0-2m (0-200cm), mungkin bisa 0-2,5m (0-250cm) atau 0-3m (0-300cm). Hal ini maksudnya untuk mengakomodasi bilamana terjadi level air yang lebih dari 200cm.

          Oh ya, transmitter itu akan mengirimkan sinyal analog (yang dipilih oleh Mas/Mbak havizulHa adalah tegangan) yang linear dengan tekanan yang dideteksi oleh sensor/detector-nya, jadi perubahan sekecil apapun, jika masuk ke dalam range akurasinya, maka akan terdeteksi dan mengirimkan sinyal yang benar-benar analog.

          Dan 1 lagi mas hal yang menurut saya penting.
          Saya akan membenamkan sensor ini kedalam air sedalam 200cm disaat air sungai pasang / dalam ketinggian maksimum.
          Jadi pengukuran saya adalah kedalaman 200cm dari permukaan air, bukan 200cm dari dasar air / sungai.
          Bisa saja air sungai tersebut memiliki kedalaman 400cm dari dasar ke permukaannya saat air pasang, tetapi yang saya lakukan adalah mengukur tekanan air sedalam 200cm dari dasar permukaan, jadi sensornya mengambang di tengah.
          Bagaimanakah metode pengukuran yang benar untuk hal ini ?

          –> Sudah terjawab di atas

          Oh ya, kalau boleh tahu, output dari transmitter ini dikirim ke alat apa? apakah PLC, Microcontroller, Indicator atau alat apa?

          Salam,
          TeknisiInstrument

          Reply
        4. havizul

          “—> Apakah transmitter yang akan digunakan seperti yang pada link berikut:
          http://f02.s.alicdn.com/kf/HLB1Fq9jHFXXXXbEXpXX.PRXFXXXo.pdf

          Benar mas, seperti ini. Dan implementasi nya kalau di sungai/danau di benamkan ke dalam air beserta dengan pipa disekelilingnya sepanjang sensor.

          “Oh ya, kalau boleh tahu, output dari transmitter ini dikirim ke alat apa? apakah PLC, Microcontroller, Indicator atau alat apa?”

          Mas, output dari pressure transmitter tersebut akan diberikan ke Arduino dengan 10bit ADC.

          Terima kasih mas

          Reply
  20. purwanto

    assalamualaikum pak..
    senang skali sy bs belajar dr bpk. saya bekerja di terminal LPG, yang mau saya tanyakan setiap kali melakukan pengukuran antara level atg dengan sight glass pada tanki timbun lpg, perbedaan levelnya cukup jauh kurang lebih 1 meter, penyebabnya apa pak kira-kira, terima kasih, salam kenal pak

    Reply
    1. TeknisiInstrument Post author

      Wa ‘alaikum salam wrwb.
      Pak Putwanto, senang berkenalan dengan Anda 🙂
      ATG-nya pakai jenis apa ya Pak? Apakah sudah coba mengkalibrasi ATG-nya?
      Untuk sight glass, apakah sudah coba diperiksa isolation valve-nya,? Mungkin isolation valve-nya kotor atau tersumbat dengan benda asing. Coba bersihkan juga kolom pada sight glass-nya, mungkin ada benda asing yang menghalangi salirannya.

      Salam,
      TeknisiInstrument

      Reply
      1. purwanto

        assalamualaikum pak..
        maaf mau nyambung lagi yang tempo hari saya tanyakan, untuk merk atg kami pakai proservo endress hauser setiap tahun kami kalibrasi, dan kami sudah mencoba membersihan valve dan pelampung sight glass, tetapi masih ada perbedaan bacaan antara 250 mm s/d 650 mm.

        terima kasih pak.

        Reply
        1. TeknisiInstrument Post author

          Wa ‘alaikum salam wrwb
          Pak purwanto, Terus terang, TeknisiInstrument belum pernah menangani level transmitter merk dan tipe tersebut.
          Apakah sudah dilakukan calibration check?
          Apakah deviasinya tersebut linear? misalnya dari 0% s/d 100%, deviasinya berada di kisaran 250 mm s/d 650 mm, seperti yang Bapak sebutkan? Jika ya, kemunkinan drifting, dan biasanya bisa di-trim untuk mengurangi deviasi.
          Sensing element-nya, apakah memakai displacer? Jika ya, mungkin perlu diperiksa kembali, apakah SG-nya sudah cocok dengan liquid yang diukur? Ada displacer yang bisa diganti-ganti untuk menyesuaikan SG, atau ada yang bisa dikonfigurasi (atau di setting sebagai initial calibration).

          Oh ya, coba lakukan calibration check pada lima titik (0%, 25%, 50% 75% dan 100%) apakah linear. Jika tidak linear, kemungkinan ada masalah di mechanical linkage atau pendeteksi geraknya.

          Mohon maaf tidak bisa membantu banyak.

          Salam,
          TeknisiInstrument

          Reply
    1. TeknisiInstrument Post author

      Pak Rival Alexander,

      Salam kenal.
      Betul sekali, terjadi kesalahan ketik, seperti yang diberitahukan oleh Pak Rival Alexander, seharusnya 98000 N/m² bukan Nm².
      Luar biasa, Anda teliti sekali (y)
      Tulisannya sudah dibetulkan.
      Terima kasih atas koreksinya.

      Salam,
      teknisiInstrument

      Reply
  21. Tulus

    Dear rekan2…

    Salam kenal. Saya Tulus.
    Saya mempunyai produk Huba control made in Swiss. meliputi pressure transmitter, pressure level transmitter, differential pressure transmitter, pressure switch. Produk kami sudah banyak dipakai di industri HVAC, Pump, Chiller, Water treatment, Boiler, dsb. Apabila rekan2 membutuhkan Pressure transmitter bisa hubungi saya,
    tulus.s@supratechnic.co.id

    Reply
  22. haris

    Terima kasih Teknisi instrument untuk share infonya
    sangat bermanfaat. Semoga menjadi amal jariyah panjenengan.

    Saya mau tanya barangkali mengetahui untuk teknologi terkini adakah
    lever monitoring unit yang bisa diaplikasikan tanpa harus membuat/menggunakan
    lubang/nozzle pada body tangki,
    (hanya menempelkan sensor pada body tangki)

    Salam,
    Haris

    Reply
    1. TeknisiInstrument Post author

      Pak Haris,
      Aamiin. Terima kasih doanya.

      TeknisiInstrument pernah dengar mengenai teknologi non-invasive untuk mengukur level dengan tidak mengubah bentuk vessel. Konon dengan ultrasonic clamp-on. Terus terang, TeknisiInstrument-pun belum tahu banyak mengenai hal itu, belum dapat referensi hehe.

      Salam,
      TeknisiInstrument

      Reply
  23. Canderif Amsal

    Hallo Pak, Salam Kenal.. Mau nanya pak, skarang saya lagi pkl tolong sarannya pak yg bagus untuk judul laporan Mengkalibrasi pressure gauge atau Mengkalibrasi Transmitter tolong sarannya pak.. atau gak yang bagus judul laporan mengenai Instrument Kalibrasi apa pak? Mohon Sarannya pak.

    Reply
    1. teknisiinstrument Post author

      Kang Canderif Amsal,
      Salam kenal kembali.
      Menurut saya, coba pilih mana yang paling dipahami dan dikuasai. Karena dengan memahaminya, kita bisa dengan mudah menuangkannya ke dalam bentuk laporan/skripsi bahkan dengan bahasa sendiri.

      Salam,
      TeknisiInstrument

      Reply

Komentar Anda sangat berharga demi perbaikan blog ini