HART to Analog converter configuration

By | 11 Februari 2009

In some cases, we may need to monitor the hart parameter from the HART-enabled instrument such as transmitters and control valve. In this article, I would like to show how to configure Tri-Loop™ HART-to-Analog Signal Converter which is configured as an instrument that monitors control valve travel.

This configuration is done on the workbench (workshop).

In my case, I used the following equipment:

  1. Tri-Loop™ HART-to-Analog Signal Converter
  2. FIELDVUE DVC6010 positioner
  3. Fluke 787 processmeter
  4. Handheld 375 HART communicator
  5. Jofra ASC300 4-20mA Signal source
  6. 24VDC Power Supply
  7. 250/270W resistor
  8. Wires
  9. Screw drivers

Connect all equipment as shown in the figure 1.

Figure 1

Figure 1 Components interconnection

After all instruments are interconnected as figure 1. perform the following steps:

HART TRI-LOOP CONFIGURATION
Online with HART Tri-Loop by HART Comm.

Configure Tri-Loop’s parameters as shown at the following menu from HART COMM.
• Basic Setup
• Configure Channels
• Configure CH1
• Burst Variable QV
• Units %
• LRV 0
• URV 100
• CH1 Enabled YES

Configure Tri-Loop address with “1”
• Device Setup
• Detailed Setup
• HART Output
• Poll Address 1

Perform loop test of CH1 with the following menu from HART Comm.
• Device Setup
• Detailed Setup
• Output Condition
• Loop Test

DVC6010 CONFIGURATION
Online with dvc6010 by HART Comm.

Put DVC6010 into “OUT OF SERVICE” mode
• Setup & Config.
• Detailed Setup
• Instrument Mode
• Out of Service

Enable BURST mode and other parameters
• Setup & Config.
• Detailed Setup
• Burst Mode
• Burst Enabled
• Enable
• Burst Command
• HART Univ. Cmd. 3
• Select Cmd. 3 Press.
• Output A

Change DVC device address to “2” (optional)
Enable BURST mode and other parameters
• Setup & Config.
• Detailed Setup
• General
• Polling Address: 2

Put DVC6010 into “IN SERVICE”
• Setup & Config.
• Detailed Setup
• Instrument Mode
• In Service

FUNCTION TEST
After all parameter both TRI-LOOP and DVC6010 has been properly set, perform function test by

  1. Online with DVC6010 by HART comm
  2. Monitor “travel” percentage parameter at the HART comm..
  3. Move DVC6010 travel sensor
  4. Observe mili ampere output from channel 1 at the mili ampere meter.
  5. The percentage of 4-20mA output from TRI-LOOP should be equal to travel position shown in the HART COMM.

Now you can bring your instrument for installation.

Hope this help, or leave it just a reading material…

14 thoughts on “HART to Analog converter configuration

  1. teknisiinstrument Post author

    Mangga atuh… ditunggu sharing artikelnya Kang Ruhe… biar memperkaya bahan bacaan di tingkat teknisi…

    Reply
  2. Yusrin

    Biasanya setelah kita connect hart triloop ke cable signal positioner kita tidak biasanya hart comm tidak menemukan triloop….hanya positionernya saja…..kenapa ya?
    Bagaimana caranya agar pemasangan triloop baru langsung bisa terbaca oleh hart comm?

    Reply
    1. TeknisiInstrument Post author

      Eh.. kang Yusrin… Kumaha damang Kang?
      Kang, sebelum DVC (positioner) digandeng dengan TriLoop, coba diubah dulu HART addressnya (misalnya 2) dengan cara:
      Enable BURST mode and other parameters
      • Setup & Config.
      • Detailed Setup
      • General
      • Polling Address: 2

      Setelah polling address DVC diubah, coba paralel lagi dengan triloop, dan coba connect hart comm.

      Kemungkinan polling address-nya konflik.

      Salam,
      TeknisiInstrument

      Reply
  3. erfadli

    Salam Kenal,

    Permisi bang/kang, saya butuh bantuan nih…
    Saya mau melakukan penggantian Positioner DVC6010 Fieldvue krn rusak (uncontrol).
    Yg jd masalah control valvenya tidak boleh ditutup (harus shut down dulu). Saat ini valve posisi handjack.

    Apakah ada cara agar sy bisa konfigurasi DVC6010 tanpa terpasang di CV ? Walau tidak akurat tdk apa, yg penting utk sementara valve bisa dicontrol dulu. Kasian operator harus bolak-balik ke lapangan ngatur bukaan CV, he he..

    Terima kasih sebelumnya
    erfadli

    Reply
    1. TeknisiInstrument Post author

      Salam kenal juga Bang Erfadli,

      Menurut saya, kalau untuk konfigurasi mungkin saja dilakukan saat tidak terpasang pada valve. Tapi idealnya, untuk kalibrasi, positioner harus terpasang pada valve, karena positiner harus mendeteksi travel dari control valve itu sendiri, dan parameter-parameter lain yang dibaca oleh positioner untuk menentukan nilai-nilai setting internalnya..

      Selain itu, positiner akan menentukan besarnya tekanan yang harus diberikan kepada aktuator, sesuai dengan spesifikasi actuator itu sendiri, yang ditentukan saat konfigurasi.

      Terus terang, saya belum pernah melakukan kalibrasi positiner yang dilepas dari control valve-nya.

      Dan pada saat penggantian positiner, jika valve-nya fail close (atau ATO), tetap saja valve-nya akan menutup karena “air supply”-nya juga akan dilepas.

      Salam,
      TeknisiInstrument

      Reply
      1. erfadli

        Positioner sdh kami ganti dlm kondisi online kang. Berkat bantuan hand jack, CV tidak menutup saat penggantian dilakukan. Cuma hasil akhirnya ada selisih 7% kang (PIC 32%, opening valve 25%). Krn saat konfigurasi positioner gk terpasang di valve jadinya gk akurat, spt yg akang bilang.

        Walau gk akurat yg penting bisa di kontrol dulu dari control room, ntar saat shut down baru kami kalibrasi/restroke spt rekomendasi akang & manual book, he he…

        Blog-nya bermanfaat bgt kang, bermanfaat buat kami & insya Allah berpahala buat akang empunya blog.. Amiin…

        Sebar trus ilmu kang…

        Salam

        Reply
  4. TeknisiInstrument Post author

    Kang Erfadli,
    saya turut senang kalau penggantian sudah berhasil dilakukan, memang tidak gampang untuk dapat control valve presisi jika tidak dikalibrasi. Tapi untuk kondisi darurat, 7% sudah bagus…

    Alhamdulillah kalau memang blog ini bisa bermanfaat.

    Insya Allah kita saling sharing pengalaman.

    Salam,
    TeknisiInstrument

    Reply
  5. Umar

    Assalamualaikum kang ..

    mau nanya kang, itu resistor 250/270 ohm yg terpasang pada PS gunanya buat apa ya kang??

    Hatur nuhun.

    Reply
    1. TeknisiInstrument Post author

      Wa alaikum salam wrwb.
      Fungsinya sebagai beban pada loop yang memiliki arus 4-20mA. Kalau pada loop yang terintegrasi dengan controller/recorder, controller/recorder itulah yang menjadi beban dari loop. Beberapa komponen instrumentasi memerlukan pembebanan loop agar bisa berfungsi dengan baik dan benar. Bisa mengacu kepada buku panduan (instruction manual book) masing-masing komponen instrumentasi untuk lebih detilnya.

      Salam,
      TeknisiInstrument

      Reply
  6. ghilman

    assalamualaikum wr wb kang,

    saya mau nanya, kenapa hambatan (resistor) yang digunakan untuk peralatan instrument ketika akan dikalibrasi menggunakan 250 ohm ? minta share nya ya kang

    hatur nuhun

    Reply
    1. TeknisiInstrument Post author

      Wa alaikum salam wrwb.
      Pak Ghilman, kebanyakan impedansi peralatan instrumentasi antara 250 ohm s/d 600an ohm. Karena konfigurasi pada gambar di atas tidak melibatkan controller (yang merupakan beban loop), sehingga loop harus memiliki beban dalam hal ini adalah 250 ohm.

      Ada pendapat lain bahwa menggunakan resistor 250 ohm untuk mendapatkan konversi sinyal dalam bentuk tegangan sebesar 1V saat 4mA (250 ohm x 4mA = 1V) dan 5V saat 20mA (250 ohm x 20mA = 5V), dimana kebanyakan peralatan instrumentasi yang menggunakan sinyal tegangan berkisar antara 0-5V.

      Salam,
      TeknisiInstrument

      Reply
  7. Wiwid

    Assalamu’alaikum…

    Salam kenal rekan2 semua, mohon bantuan solusi…

    Bagaimana menghubungkan transimitter yg terintegrasi pada PLC (profibus system), saat kita ingin melakukan pengecekan menggunakan HART 375 tanpa melepas kabel powernya untuk memasang resistor 250 ohm. Karena bos gak mengijinkan area stop niy…..

    Terima kasih…

    Reply
    1. TeknisiInstrument Post author

      Wa ‘alaikum salam wrwb.
      Pak/Bu Wiwid, sayang sekali saya belum punya pengalaman dengan profibus.
      Mungkin teman-teman lain… silakan…
      Salam,
      TeknisiInstrument

      Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*