Rangkaian kalibrasi transmitter di workshop

By | 14 November 2016

Bagi transmitter baru, sebelum dipasang, kita harus melakukan kalibrasi yang umumnya dilakukan di workshop. Atau transmitter yang tidak baru sekalipun. jika pada saat melakukan perawatan berkala seperti turn-around, transmitter dilepas dan dibawa ke workshop untuk dikalibrasi ulang. Rangkaian kalibrasi transmitter umumnya identik untuk setiap jenis transmitter yang sama. Pada artikel ini akan diperlihatkan rangkaian kalibrasi transmitter dengan konfigurasi 2-wires.

Rangkaian kalibrasi transmitter

Berikut ini rangkaian kalibrasi transmitter generik/umum saat dilakukan di workshop:

rangkaian kalibrasi transmitter

rangkaian kalibrasi transmitter

Peralatan yang diperlukan adalah:

  1. Transmitter yang akan kita kalibrasi.
  2. Power supply yang memiliki tegangan keluaran sesuai dengan yang dibutuhkan oleh transmitter yang akan dikalibrasi.
  3. Miliampere meter atau multimeter yang memiliki kemampuan untuk mengukur miliampere.
  4. Hart Communicator, jika transmitter yang dikalibrasi memiliki fitur HART,
  5. Kabel-kabel penghubung seperlunya.
  6. Perkakas tangan seperti obeng dan lain-lain.
  7. Sumber tekanan (seperti hand pump dll) jika yang dikalibrasi adalah pressure transmitter
  8. Decade box resistor jika yang dikalibrasi adalah temperature transmtiter
  9. Atau multi process calibrator yang bisa menyimulasikan tekanan dan resistor untuk trasnmitter yang bersangkutan.
  10. Resistor 250 ohm atau yang mendekati, silakan mengacu kepada manual book HART communicator (field communicator) yang digunakan.

Mengapa ada resistor 250 ohm? Menurut manual book beberapa transmitter yang memiliki fungsi HART, HART comm. memerlukan rangkaian/loop yang memiliki impedansi sebesar 250 ohm (ada yang sampai 680 ohm).

Yakinkan juga dd file untuk transmitter yang akan dikalibrasi terdapat dalam database HART communicator atau field communicator yang digunakan. Karena jika dd file-nya tidak ada, maka HART communicator atau field communicator tidak dapat membaca parameter-parameter dari transmitter dengan sempurna, sehingga memungkinkan kalibrasi tidak bisa dikalukan dengan semestinya.

Untuk lebih jelas kita bisa mengacu kepada manual book transmitter yang akan dikalibrasi.

 

Semoga bermanfaat.

23 thoughts on “Rangkaian kalibrasi transmitter di workshop

  1. yudi bakhtiar

    selamat malam pak.ade, saya mau tanya dan minta bantuannya.
    saya seringkali menemukan masalah mengenai Temperature transmitter PT100 dengan indikasi di scada (underange atau tidak bisa baca sama sekali (tidak ada suhu terbaca)) apakah masalah tersebut dari temperature transmitternya apakah dari suhu fluida tersebut dan jika saya ukur resistance temperature tersebut di atas 100 kadang 110 dan jika saya pasang temperature dari tempat lain ke tempat tersebut itu temperature transmitter membaca normal.
    terimakasih pak sudah membantu

    Reply
    1. teknisiinstrument Post author

      Pak Yudi Bakhtiar,
      Salam kenal.
      Jika sensornya (RTD-nya) pada transmitter tersebut sudah pernah dicoba dengan RTD dari tempat lain, kemungkinan RTD-nya yang bermasalah, atau mungkin koneksinya. PT100 itu akan memiliki tahanan (resistansi) 100 ohm pada 0°C. Jadi jika temperature fluida yang diukur lebih dari 0°C, sangat normal jika resistansi yang dimiliki oleh RTD tersebut di atas 100 ohm. Ada tabel-nya koq Pak, berapa ohm resistansi yang dimiliki oleh PT100 tersebut untuk setiap °C, bisa dicari di search engine.

      Untuk meyakinkan apakah RTD tersebut bagus atau tidak, bisa dicoba di temperature bath, kemudian catat resistansi untuk setiap °C yang diset pada temperature bath tersebut, setalah dapat data hasil pengukuran, silakan bandingkan dengan table PT100, jika sama (atau mirip) berarti RTD masih bagus, jika tidak sama (tidak linear misalnya) berarti RTD-nya yang bermasalah.

      Jika hasil pengukuran RTD di atas masih bagus, mungkin masalahnya ada pada transmitter-nya, coba lakukan kalibrasi dengan resistor box, ikuti petunjuk pada manual book temperature transmitter yang bersangkutan.

      Mengenai bacaan yang ditampilkan pada scada, Bapak bisa coba melakukan loop check dari temperature transmitter yang bermasalah tersebut, jika loop check bagus, berarti bacaan scada tidak bermasalah.

      Tidak benarnya bacaan temperature transmitter dengan sensor RTD, salah satu penyebabnya adalah kurang bagusnya koneksi RTD pada transmitter atau junction box, atau bisa juga koneksi RTD terrendam air, sehingga resistansi RTD sebenarnya terpengaruh oleh resistansi air, atau benda lain yang mempengaruhi koneksi RTD yang bersangkutan.

      Semoga membantu.
      Salam,
      TeknsiInstrument

      Reply
    1. teknisiinstrument Post author

      Pak Zaenur,
      Active transmitter memerlukan power suppyl tersendiri, umumnya menggunakan 3 kabel atau 4 kabel. Yang 3 kabel masing-masing untuk power supply, common ground atatu return kemudian untuk sinyal. Yang 4 kabel masing-masing untuk power supply (+), power supply (-), sinyal dan signal returen (negatifnya sinyal.
      Sedangkan Passive transmitter, power supplynya dicatu dari receiver-nya atau controller, dan hanya memerlukan 2 kabel saja, + dan -.

      Semoga membantu,
      Salam,
      TeknisiInstrument.

      Reply
      1. Zaen

        Terima kasih pak atas penjelasannya. Update materi terus ya pak hehehe

        Reply
  2. Zaenal

    Pressure transniter ( signal 4 – 20 ma “4 ma = 0 psig dan 20 ma = 600 psig.
    Pak saya numpang tanya, kalau saya pengen setpoint 300 psig ke maka signal yg keluar dr transmiter ke pic adalah 12 ma.
    Pv dilapangan adalah 250 psig. terus yang keluar dari pic ke etupi nya berapa njeh?
    Proses tsb pada sistem scada.

    Reply
    1. teknisiinstrument Post author

      Keluaran controller (PIC) tergantung dari parameter tuningnya, tergantung dari berapa parameter P, I dan D-nya.

      Salam,
      TeknisiInstrument

      Reply
  3. Robinstone

    Salam kenal Kang Teknisiinstrument
    Maaf sebelumnya karena saya masih baru di Instrumentasi, waktu itu saya agak bingung waktu mentenance penggantian transmitter dan leader kami minta salah satu transmiter Rosemount untuk dirubah unit pressure ke MPa melalui Hartcom. tapi,dalam menunya saya tidak menemukan pilihan unitnya.

    pertanyaan saya,
    1. apakah pabrik transmiter merk Rosemount tidak menginstal unit Mpa kedalam nya, atau ada kah unit MPa di jenis transmiter Rosemount yg lain ?
    2. Apakah ada cara di menu Hartcom untuk menginstal unit pressure yg baru ?

    * sebenarnya di dalam Hartcom ada pilihan unit Pa, kPa tapi mereka maunya visualnya MPa sama seperti jenis transmiter merk lain yg terinstall di site.
    Terima kasih.

    Reply
    1. teknisiinstrument Post author

      Salam kenal kembali.
      Biasanya HART Comm menampilkan semua parameter yang ada di dalam transmitter, jika satuan MPA tidak terlihat, berarti memang di dalam transmitternya satuan tersebut tidak tersedia.
      Mungkin saat order, perlu dicantumkan agar dimasukkan satuan MPA.

      Salam,
      TeknisiInstrument

      Reply
  4. angga

    izin bertanya pak, apakah transmitter yg sudah tidak linear bisa dikalibrasi?

    Reply
        1. teknisiinstrument Post author

          Pak Angga,
          Tergantung sejauh mana tidak linearnya.
          Coba lakukan dulu DA trim (atau kalibrasi analog outputnya) untuk meyakinkan kalau electronic modulnya bagus. Setelah dikalibrasi, coba lakukan loop test atau loop check, dengan mensimulasikan output dengan HART COMM, kalau output miliampere-nya masih linear, berarti electronic modulnya bagus. Jika tidak linear, kemungkinan electronic module-nya harus ganti.

          Jika hasil loop check bagus, tetapi transmitter masih tidak linear, coba kalibrasi transmitter-nya. Kalibrasi zero sama span-nya.

          kemudian setelah dikalibrasi, coba input pressure-nya diberi tekanan sesuai range, 0, 25, 50, 75 dan 100 %, apakah masih linear, jika tidak linear (padahal analog outputnya bagus saat loop check) kemungkinan sensor module-nya harus ganti,

          Demikian semoga membantu.
          Salam,
          TeknisiInstrument

          Reply
  5. edo

    Saya masih sangat awam didalam dunia instrumen, tapi pekerjaan saya sekarang berkaitan dibidang itu, jadi saya ingin bertanya yang dasar2 pak.
    apakah untuk mengkalibrasi pressure transmitter (RTD PT 100) Itu harus mempunyai alat untuk menghasilkan sumber tekanan seperti dead weight tester atau head pump, dan apakah begitu juga dengan untuk mengkalibrasi temperature transmitter (RTD PT 100) harus mempunyai alat untuk menghasilkan sumber temperatur dalam hal ini seperti batch precission atau decade box resister?
    terimakasih atas perhatiaanya pak, maaaf kalau pertanyaannya terlalu dasar

    Reply
    1. teknisiinstrument Post author

      Pak Edo,
      Salam kenal.
      Mungkin maksud Anda adalah pressure transmitter, kalau untuk mengkalibrasi pressure transmitter, ya kita harus menggunakan sumber tekanan untuk mengkalibrasi sensor module-nya, hand pump dengan test gauge sudah cukup, atau menggunakan DWT juga bagus.

      Untuk mengkalibrasi temperature transmitter dengan sensor RTD, kita bisa menggunakan decade box resostor sebagai simulator RTD, bisa juga dengan multi calibrator digital yang memiliki output resistant. Jika temperature transmitter menggunakan sensor thermocouple, kita bisa mensimulasikannya dengan sumber tegangan milivolt atau dengan digital multicalibrator yang memiliki simulator thermocouple.

      Salam,
      TeknisiInstrument

      Reply
  6. Fikri

    Salam Kenal,

    Apakah teknisiinstrument mennyediakan jasa Kalibrasi seluruh Field instrument ?
    Sbb :
    1. Positioner
    2. Control Valve (CV)
    3. Control & Damper
    4. Limit Switches (LS)
    5. Level Transmitter (LT)
    6. Differential Pressure Switches (DPS)
    7. DP Transmitter
    8. Pressure Switches (PS)
    9. Pressure Tranmitter (PT)
    10. Temperature Switches (TS)
    11. Temperature Transmitter (TT)
    12. Motorized Operated Valve (MOV) dll.

    Jika iya, mohon info contact personnya Pak supaya kita bisa berkomunikasi lebih lanjut.

    Terima Kasih,
    Fikri

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*