Instrument Isolation Valve – Bagian 2

By | 18 Juni 2016

Melanjutkan artikel sebelumnya, mengenai Instrument Isolation Valve pada Bagian 1, artikel kali ini akan membahas mengenai instrument isolation valve pada aplikasi instrument seperti differential pressure gauge atau transmitter, seperti pada gambar di bawah ini:

dp_tx

Karena peralatan instrument-nya memiliki dua input (sisi high pressure dan sisi low pressure) maka instrument manifold/isolation valve-nya akan berbeda dengan peralatan instrument pressure biasa.

Salah satu contoh produknya yang diproduksi oleh perusahaan ternama seperti pada gambar di bawah ini.

manifold_2way

Kelemahan dari manifold dengan 3 valve di atas adalah kita tidak bisa membuang sisa tekanan yang terjebak saat kedua isolation valve-nya ditutup.

Pada aplikasi yang memerlukan pembuangan tekanan sisa (misalnya pada aplikasi tekanan tinggi), maka digunakan manifold valve dengan 5 valve, seperti pada gambar aplikasi pada differential pressure transmitter pertama di atas.

Sebenarnya kita bisa saja membuat sendiri manifold valve dengan menggunakan 5 buah valve dan beberapa potong tubing serta beberapa fitting seperti berikut:

02_isolvlv_dp_equal_01Namun tidak perlu repot juga sebanarnya, karena di pasaran sudah tersedia produk tersebut yang siap digunakan, seperti pada gambar di bawah ini:

04_swagelok_5valvePengoperasian instrument manifold valve saat kita melakukan perawatan pada instrument (misalnya differential pressure gauge) kurang lebih sebagai berikut:

 

06_how_to_operate

  1. Gambar 1: menunjukkan manifold valve sedang in sevice, instrument (misalnya dp gauge) bisa membaca perbedaan tekanan di antara dua titik yang diukur.
  2. Gambar 2: Buka equalizing valve (nomor 5) agar sisi tekanan tinggi dan tekanan rendah menjadi sama (equal), atau tidak ada perbedaan tekanan, hal ini bertujuan untuk melindungi instrument (misalnya dp gauge) agar tidak rusak karena tekanan berlebih jika salah satu isolation valve-nya ditutup.
  3. Gambar 3: Tutup isolation valve (nomor 1 dan 2) agar instrument (misalnya dp gauge) terisolasi dari sisi proses.
  4. Gambar 4: Pada tahap ini, instrument (misalnya dp gauge) sudah terisolasi dari proses, namun belum aman untuk dilepas, karena masih ada tekanan sisa yang terjebak di antara sensing line-nya. Untuk membuang sisa tekanan, buka vent/bleed valve (nomor 3 dan 4) sehingga semua media proses terbuang ke atmosfer. Yakinkan lokasi aman dari sumber percikan api jika media prosesnya mudah terbakar, atau arahkan ke tempat aman jika berracun. Jangan lupa untuk meng-inhibit sistem pendeteksian gas agar tidak terjadi alarm yang tidak diinginkan.

Selain dari model di atas, instrument manifold/isolation valve yang ada dipasaran seperti di bawah ini:

07_peterson_dp_valve

03_isolvlv_dp_equal_02

Secara prinsip, sama saja. Hanya saja saluran vent/bleed digabung menjadi satu. Kemudian bagaimana cara pengoperasiannya? Secara prinsip sama saja dengan langkah langkah yang sudah dijelaskan di atas, hanya saja pada model ini, terdapat dua buah equalizing valve, dan hanya ada satu vent valve.

Dan prinsipnya, urutan pengoperasiannya adalah: Equalize (samakan tekanan), Isolate (isolasi instrument dari proses) dan Vent (buang sisa tekanan pada instrument)

Dan cara meng-in service-kannya kembali adalah dengan membalikkan urutan langkah-langkah di atas.

Semoga bermanfaat.


Discalimer:

  • Jika menemukan kekeliruan, mohon kiranya untuk dapat memberikan koreksi
  • Foto yang ditampilkan adalah hak milik seperti dicantumkan dalam foto tersebut, dan sumbernya tercantum dalam foto bersangkutan.

9 thoughts on “Instrument Isolation Valve – Bagian 2

  1. RIFQI

    assalammualaikum! salam kenal bapak alumni instind yg saya hormati. perkenalkan nama saya RIFQI, saya instind angkatan 39 stm pemb. bdg dan baru lulus mei lalu. saya amat menyukai semua postingan bpk ini yg fleksibel singkat & gampang dipahami secara prakteknya. saya jga masih amat pemula dlm dunia instrumentasi ini dan masih dlm training/pmblajaran.
    bgini pak ada yg ingin ditanyakan, wkt PKL saya prnah memaintenace differential pressure transmitter yokogawa ejx110a & yokogawa eja110a dgn 3-valve manifold yg masing2 indikasi alarmnya AL. 30 & ER. 07. wkt PKL, kenapa cara mngatasinya itu dgn mengONkan equalizer valve lalu secara bersamaan OFFkan isolation valvenya kemudian OFFkan equalizer valvenya lalu secara bersamaan ONkan kembali isolation valvenya pelan2 secara bersamaan, bgitu dgn cara yg disebutkan td berulang2 sampai indikasi DPT membaca proses DP normal kembali. utk memastikan kembali, memang seperti itukah caranya ataukah masih adakah cara yg lainnya menurut bpk? apa cara saya wkt PKL itu berlaku untuk setiap DPT lain misal rosemount 1151?
    dan apa penyebab DPT yokogawa itu berindikasi alarm, apakah dari prosesnya apa atau dari saluran tubingnya? serta satu lg mengapa dalam pemasangan DPT diaphragm remote seal sangat dpengaruhi oleh torsi pengencangan baut diaphragm dengan proses yg diukur?

    Reply
    1. teknisiinstrument Post author

      Kang Rifki,
      Wa ‘alaikum salam wr. wb.
      Kalau dilihat dari langkah-langkah yang disebutkan Kang Rifki di atas, itu membuat DP transmitter in-service dan out-of-service sercara berulang, mungkin dengan harapan bisa mem-flushing sensing line dari DP transmitter tersebut. Umumnya langkah tersebut diambil pada dp transmitter yang media prosesnya adalah gas, karena jika ada sensing line yang membentuk kantung, akan ada potensi kondensasi dan menimbulkan sumbatan, atau mempengaruhi pengukuran tekanan karena efek tekanan hidrostatik dari kondensat yang terbentuk.

      Setahu saya, untuk menghilangkan alarm pada sebuah sistem adalah dengan melakukan troubleshooting, apa penyebab kenaikan/penurunan parameter proses di luar normalnya.

      Salam,
      TeknisiInstrument

      Reply
  2. RIFQI

    ok hatur nuhun pak, dpt ditampi (dimengerti) pnjelasan bpk oleh saya. banyak pngalaman lebih (baik dan fleksibel).

    Reply
  3. Wa-One

    Pencerahan yang sangat luar biasa pak…

    Salam

    Teknisi Instrument amatir

    Reply
  4. sarijan

    Kang mau nanya,kalau mau Zero trim pd FT (foxboro)dg 5manifol valve.mengunanakan hart 475,apakah cukup dg gmb no.4 diatas.posisi ft lgi shutdown & terinstall disite.??trimk jwbanya.

    Reply
    1. teknisiinstrument Post author

      Kang Sarijan,
      Menurut TeknisiInstrument, ya, cukup seperti itu saja. Intinya sisi H dan sisi L memiliki tekanan yang sama (equal) , sehingga dp-nya adalah 0 (nol/zero)

      Salam,
      TeknisiInstrument

      Reply
      1. Sergio

        Assalamualaikum kang saya juga dari instind dan sekarang masih aktif sebagai siswa. Izin bertanya kang untuk equalizing valve yang di pakai tuh bentuknya seperti apa ya kang? Selama masa pembelajaran belum pernah liat secara langsung rupa nya dan kalau pun search di google ujung ujungnya pasti ke manifold Valve yang sudah satu set. Izin juga mohon di jelaskan prinsip kerja nya dan klo boleh spesifikasi dari brand apa yg memproduksi nya. Terimakasih banyak kang 🙂

        Reply
      2. Sergio

        Assalamualaikum kang saya juga dari instind dan skrg masih aktif sebagai siswa. Izin Kang mau nanya, equalizing valve yang di gunakan tuh bentuk nya seperti apa ya kang? Klo boleh mohon di jelaskan dengan prinsip kerja nya kang dan klo boleh juga manufaktur pembuatnya apa hehe. Thx a lot kang hehe:)

        Reply
        1. teknisiinstrument Post author

          Wa ‘alaikum salam wrwb.
          Equalizing valve bisa berupa valve bisa, ada juga yang tergabung menjadi bagian dari sebuah manifold atau isolation valve. Fungsinya untuk menyamakan (equalize) teknana pada dua sisi. Biasanya dilakukan saat kalibrasi atau zero check dp transmitter atau dp gauge. Pada gambar isolation/manifold valve di atas, equalizing valve bercincin hijau. Pada gambar skematiknya yang nomor 3 dan 4.

          Salam,
          TeknisiInstrument

          Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*