Instrument Isolation Valve – Bagian 1

By | 26 Februari 2016

Alat ukur tekanan seperti pressure gauge (pressure indicator atau manometer), transmitter dan lain-lain, dipasang pada peralatan proses seperti pipa, vessel/bejana dan lain-lain yang dihubungkan dengan sebuah saluran yang umumnya berupa tubing yang terbuat dari bahan stainless steel, walaupun adakalanya dihubungkan dengan  pipa atau dengan selang (hose).

Dalam posting kali ini, kita ambil contoh sebuah indikator tekanan (pressure indicator atau pressure gauge atau manometer) yang terpasang pada sebuah pipa.

Seperti pada gambar berikut ini:

01_no_iv

Jika pada suatu saat indikator tekanan atau pressure gauge tersebut mengalami kerusakan dan perlu perawatan atau penggantian, apa yang akan kita lakukan? Ya, kita harus melepaskan indikator tekanan tersebut untuk diperbaiki atau dikalibrasi atau bahkan mungkin diganti. Tetapi bagaimana dengan media proses (gas atau cairan) yang ada pada saluran tubing-nya? Ya, bisa ditebak, akan keluar secara tidak terkendali dan ini berbahaya bahkan sangat berbahaya. Untuk dapat melepaskan indikator tekanan tersebut dengan aman maka kita harus membuang tekanan yang berada pada pipa da saluran tubing. Jika tidak ada fasilitas bypass maka proses atau mesin harus dimatikan atau shutdown dan ini bisa merugikan.

Lalu bagaimana caranya agar kita bisa melepaskan indikator tekanan tersebut tanpa mematikan proses atau mematikan mesin? Benar, kita bisa memasang valve pada saluran tubing-nya, seperti pada gambar di bawah ini:

02_block_only

Dengan instalasi seperti pada gambar di atas, dengan penambahan sebuah valve, maka kita bisa menutup valve tersebut saat akan melepaskan indikator tekanan tanpa perlu mematian proses atau mesin. Lalu, amankah kita melakukan hal tersebut? Mungkin tidak, jika tekanan kerja pada sistem tersebut cukup besar, maka saat valve ditutup, akan ada tekanan sisa diantara valve dan indikator tekanan, dan saat kita melepaskan indikator tekanan, besar kemungkinan kita akan terpapar oleh tekanan yang mungkin bisa berbahaya baik untuk kita maupun lingkungan jika tekanan media prosesnya berupa cairan atau gas yang berbahaya bagi manusia maupun lingkungan.

Bagaimanakah kita menanggulangi hal tersebut? Ya, Anda benar lagi, kita bisa memasang vent valve atau drain valve di antara isolation valve dan indikator tekanan, seperti pada gambar di bawah ini:

03_block_n_bleed

Dengan penambahan isolation valve, saat kita akan melepaskan indikator tekanan, kita bisa menutup isolation valve kemudian membuka bleed valve atau venting valve pelan-pelan sehingga gas atau cairan bertekanan yang terjebak antara isolation valve dan indikator tekanan bisa dibuang ke tempat/arah yang aman, dan kita bisa melepaskan indikator tekanan dengan aman.

Konfigurasi pemasangan dua valve tersebut umumnya disebut block and bleed valve, konfigurasi tersebut umum dipasang pada pemasangan peralatan instrument seperti indikator tekanan, pressure transmitter dan alat ukur tekanan lainnya. Dan karena umum digunakan pada pemasangan peralatan instrument, sehingga sering disebut instrument valve atau ada yang menyebut instrument isolation valve.

Ada beberapa pembuat (manufacturer) peralatan isntrumentasi yang membuat konfigurasi pemasangan kedua valve tersebut dalam satu kemasan, satu kesatuan yang terintegrasi dan sering disebut manifold valve atau instrument manifold. Seperti gambar di bawah ini:

manifold_2way

Untuk keperluan tertentu, adakalanya instrument manifold valve yang yang memiliki dua buah block valve dan satu buah bleed/vent valve. Konfigurasi tersebut sering disebut dengan double block and bleed ada juga yang menyebutnya 3-valve instrument manifold.

Bagaimana dengan peralatan instrument yang digunakan untuk mengukur beda tekanan, seperti differential pressure indicator dan differential pressure transmitter? Insya Allah akan dibahas pada posting berikutnya.

Semoga bermanfaat.

4 thoughts on “Instrument Isolation Valve – Bagian 1

  1. Komar wijaya

    Selamat pagi gan bisa minta tolong bagi informasi gimana cara calibrasi sebuah transmiter dan klo bisa visualisasikan dlm sebuah foto atau gambar….
    Sekali lg terimakasih gan info anda sangat berguna bagi kita….

    Reply
    1. teknisiinstrument Post author

      Selamat malam Pak Komar Wijaya.
      Salam kenal.
      Maaf, kalau boleh tahu, transmitter apakah yang dimaksud? Mungkin ada merk dan tipe/modelnya.
      Apakah sudah coba lihat di buku panduannya (manual book)?
      Karena setiap jenis transmitter (misalnya temperature, pressure level, flow dll) memiliki langkah-langkah kalibrasi yang berbeda.

      Salam,
      TeknisiInstrument

      Reply
  2. nanda

    selamat siang gan, maaf kalau coment nya kurang nyambung dengan materi postingan. saya mau nanya masalah k factor pada flowmeter. maksutnya k-factor itu apa ya?.terus juga pada pengukuran flow dengan differential pressure transmitter apakah harus menggunakan squer root atau tidak?. kenapa menggunakan squere root?..

    terima kasih sebelumnya …

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*